satukata.id
Startup

#Artikel

  • Artikel
14 January 2024

Baleho Caleg Dirusak, PPP Minta Panwascam Singkep Sosialisasikan Aturan Pidana Pengerusakan APK

Baleho Caleg Dirusak, PPP Minta Panwascam Singkep Sosialisasikan Aturan Pidana Pengerusakan APK


Redaksi
Bagikan

satukata.id, Lingga- Ketua Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Lingga, Saparuddin meminta Panitia Pengawasan Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam) Singkep untuk melakukan sosialisasi sanksi pidana perusakan APK kepada masyarakat di wilayah kerjanya. Hak ini berdasarkan temuan ada perusakan APK milik salah satu calon anggota legislatif (Caleg) di Kecamatan Singkep.

"Ada dua titik perusakan APK milik Caleg PPP di dua titik di Kecamatan Singkep. Kami minta Panwaslu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar hal ini tidak lagi terjadi," kata Saparuddin kepada satukata.id, Sabtu (14/01/2024).

Berdasarkan Pasal 280 ayat (1) huruf g UU Pemilu. Pasal tersebut menyatakan bahwa pelaksana, peserta pemilu dan tim kampanye tidak boleh merusak dan/atau menghilangkan APK peserta pemilu. Dalam konteks ini, peserta pemilu adalah pasangan capres-cawapres, para caleg yang diusung parpol dan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Untuk sanksi atas tindakan perusakan APK peserta pemilu adalah pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

"Masyarakat harus tahu akan aturan ini, hingga bisa memperingatkan anggota keluarganya untuk tidak iseng atau jahil merusak APK," sebutnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam) Singkep, Syahrul Nizat, mengaku pihaknya, telah mendapatkan informasi terkati APK Caleg PPP yang dirusak di dua titik wilayahnya kerjanya.

"Kami sudah menelusuri informasi tersebut dan memang benar ada beberapa APK di beberapa titik yang terlihat dirusak oleh orang yang tidak di kenal. Namun setelah kami telusuri dengan menanyakan kepada ketua RT maupun masyarakay sekitarnya, mereka tidak mengetahui siapa yang telah melakukan tindakan perusakan," kata Syahrul Nizat.

Diterangkan, pihak pihak yang dirugikan atas pengerusakan APK dapat membuat laporan ke Panwascam dengan data data yang lengkap agar laporan dapat segera ditindaklanjuti.

"Untuk laporan terhadap pelanggaran perusakan APK dapat dilakukan tim dari partai dengan datang ke Bawaslu atau Panwascam dengan data data yang lengkap. Kami hanya akan memproses laporan jika data yang dibawa sudah lengkap," kata Syahrul Nizat.

Dia menuturkan, berdasarkan pengalaman dari pelaksanaan Pemilu sebelumnya di Kabupaten Lingga khususnya di Kecamatan Singkep, perusakan APK selama ini terjadi bukan karena tendensius salah satu partai atau orang terhadap Caleg atau partai, namun lebih karena kejahilan anak anak dibawah umur.

"Seperti yang terjadi, ada APK yang rusak yang dilakukan anak anak sekolah yang jahil karena ketidaktahuan mereka ada sanksi pidana terhdap pengerusakan APK. Untuk itu daya harap masyarakat khususnya orang tua untuk memperingatkan anak anaknya agar tidak merusak APK," terangnya.

Untuk meminimalisir kerusakan APK di wilayah kerjanya, pihak Panwascam Singkep, setiap hari melakukan monitoring terhadap keberadaan APK. Bila ditemukan pengerusakan atau APK dipasang di daerah terlarang Panwascam akan membuat laporan dan memberitahu pihak pihak terkait.

"Intinya disini kita terlebih dahulu melakukan upaya pembinaan untuk melakukan pengawasan hingga pelaksanaan Pemilu dapat berjalan dengan baik sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku," imbuhnya. (tengku)

Artikel Lainnya

satukata.id

Dikelola oleh:

PT. Kepri Media Siber

Kanal

News

Pemilu

Teknologi

Otomotif

Bola

Life Style

satukata.id

Dikelola oleh: PT. Kepri Media Siber