Indonesia Menolak Keras Pernyataan Netanyahu Terkait Palestina di Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB

Menlu RI Retno Marsudi (Foto: dok. tangkapan layar YouTube MoFa Indonesia)

satukata.id, Jakarta – Indonesia mengecam dengan tegas pernyataan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menentang pembentukan negara Palestina setelah berakhirnya perang. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyatakan penolakan keras terhadap pernyataan tersebut, menyebutnya tidak dapat diterima dan menilai hal tersebut sebagai upaya Israel untuk menghapus Palestina dari peta dunia.

Retno Marsudi mengutarakan penolakan tersebut dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB tentang krisis Israel-Palestina, yang dipantau secara daring pada Rabu pagi. Dalam pertanyaan retoris, Menteri Luar Negeri Retno menantang sikap Dewan Keamanan PBB terkait niat Israel tersebut, “Akankah Dewan ini tinggal diam menghadapi niat tersebut?”

Dalam upaya mencegah ancaman perang besar-besaran di Timur Tengah, Menlu Retno kembali menyerukan gencatan senjata permanen. Gencatan senjata ini diharapkan memberikan ruang untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Gaza, memulai rekonstruksi pasca konflik, dan mendukung kelangsungan proses solusi dua negara.

“Pada saat yang sama, sangat penting untuk mendukung pekerjaan Koordinator Senior Kemanusiaan dan Rekonstruksi PBB untuk membuka jalan bagi pengiriman bantuan kemanusiaan dan menyelamatkan banyak jiwa di Gaza,” tegas Retno.

Menlu Retno juga menekankan pentingnya memberikan status keanggotaan penuh di PBB untuk Palestina sebagai langkah awal menuju solusi dua negara yang adil dan seimbang. “Palestina harus segera diberi status keanggotaan penuh di PBB, menghentikan agresi brutal Israel, dan mengakhiri pertumpahan darah yang terus berlangsung,” ungkapnya.

Dalam pertemuan di Amerika Serikat, Menlu Retno menyampaikan rencana Indonesia untuk menyampaikan pernyataan lisan di hadapan Mahkamah Internasional (ICJ). Langkah ini sebagai respons terhadap permintaan Majelis Umum PBB yang meminta nasihat hukum (advisory opinion) dari ICJ mengenai konsekuensi hukum dari kebijakan dan tindakan Israel di Palestina.

“Bulan depan, Indonesia akan menyampaikan Pernyataan Lisan untuk Pendapat Penasihat ICJ. Indonesia akan melakukan segala cara untuk mendukung Palestina,” pungkas Retno.(*)

sumber : antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *