Prabowo Subianto Ajak Relawan ETAS untuk Menjaga Persatuan dan Kedamaian di Pilpres 2024

Capres Prabowo Subianto. Foto : berita satu

satukata.id, Jakarta – Calon Presiden Nomor Urut 2, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya dalam menjaga persatuan dan kedamaian di Tanah Air. Hal ini disampaikannya saat berbicara di hadapan relawan Erick Thohir Alumni Amerika Serikat (ETAS) di Jakarta pada Senin malam 22 Januari 2024..

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sekitar seratusan pengusaha dan taipan dari berbagai grup di Indonesia, Prabowo berbagi pengalaman setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. “Waktu saya kalah di Pilpres 2019, pengikut saya tegang. Banyak yang marah, ribuan sampai di Jalan Thamrin. Saya datang ke situ, banyak korban ketegangan. Saya tidak mau kekerasan memecah belah bangsa,” ungkap Prabowo.

Pria yang kini kembali maju di Pilpres 2024 bersama Gibran Rakabuming Raka ini menyatakan bahwa kekerasan tidaklah menjadi jalan menuju kekuasaan. “Saya waktu itu benar-benar berpikir daripada saya jadi presiden melalui jalan kekerasan, lebih baik saya gak jadi presiden,” tambahnya.

Prabowo menekankan pentingnya rekonsiliasi sebagai langkah terbaik untuk menyatukan bangsa setelah pertarungan politik. “Saat itu, saya memutuskan rekonsiliasi menjadi jalan terbaik selepas kalah di Pilpres 2019,” ujarnya.

Dalam pidato politiknya, Prabowo juga menyoroti ancaman terpecah belahnya bangsa dan menilai bahwa pemimpin memiliki peran besar dalam membentuk persepsi masyarakat. “Rakyat kita sangat terpengaruh oleh pemimpin-pemimpinnya,” kata Prabowo.

Mengambil contoh dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), Prabowo menyatakan bahwa politik yang santun tanpa memunculkan musuh harus menjadi jalan yang ditempuh para pemimpin di Tanah Air. “Kalau mengerti filosofi nenek moyang kita, menang tanpa menyakiti. Nah itu dijalankan oleh Presiden Jokowi,” tandasnya.

Prabowo juga mengajak semua pihak untuk menjaga persaingan dalam Pilpres 2024 agar tidak berubah menjadi permusuhan. “If we want to succeed our democracy, persaingan jangan jadi permusuhan,” tegasnya.

Pertemuan antara Prabowo dan relawan ETAS ini diinisiasi oleh Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, kakak dari Erick Thohir. Meskipun jumlah relawan ETAS terbilang sedikit, mereka diakui sebagai kelompok pengusaha dan taipan yang memiliki kontribusi signifikan dalam perekonomian Indonesia.

Dukungan dari relawan ETAS, yang sebelumnya mendukung Erick Thohir di Pilpres 2019, kini beralih kepada pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, terutama setelah Erick Thohir secara terbuka menyatakan dukungannya untuk pasangan tersebut.(*)

sumber : antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *