satukata.id

Startup
iklan

#Artikel

  • Artikel
3 July 2023

Lik Khai Menyesalkan Penggunaan Namanya Dicatut Tanpa Konfirmasi

Lik Khai Menyesalkan Penggunaan Namanya Dicatut Tanpa Konfirmasi


Redaksi
Bagikan

satukata.id, Batam - Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai, merasa kecewa karena namanya dicatut dalam pemberitaan salah satu media online tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu. Media online tersebut juga menyertakan pernyataan yang mencemarkan nama baik institusi DPRD Batam dengan kalimat "Kalau jadi anggota Dewan DPRD itu Jangan Bengak".

"Kami akan melaporkan Koko terkait pemberitaan yang mencantumkan nama Ketua Komisi I DPRD Batam, Lik Khai. Seorang wartawan seharusnya tidak melakukan hal yang tidak pantas seperti itu, terutama di media sosial," ujar Kuasa Hukum Lik Khai, Rudianto, Senin, 3 Juli 2023, di ruang Komisi I DPRD Kota Batam.

Baca Juga : Kepri Jadi Saksi Pesta Otomotif Terbesar di Kenduri Otomotif 2023

Menurut Rudianto, pers dan wartawan sebenarnya memiliki kode etik dan peraturan pers sangat jelas. Dalam pemberitaan yang dibuat oleh Koko, ia merugikan kliennya dan lembaga DPRD Batam.

"Kami sangat menghormati teman-teman wartawan di sini. Tolong buatlah berita berdasarkan fakta dan bukti yang terkonfirmasi, jangan membuat spekulasi dan menyerang pribadi seseorang," tegasnya.

Rudianto juga mengungkapkan bahwa pihaknya masih memberikan kesempatan kepada Koko untuk bertemu dengan kliennya dalam waktu 3 x 24 jam untuk meminta maaf. "Kami masih memberikan kesempatan kepada Koko untuk meminta maaf dalam waktu 3 x 24 jam. Pak Lik Khai masih membuka ruang untuk mediasi," tambahnya.

Jelvin Tan, kuasa hukum Lik Khai yang lain, mengungkapkan bahwa keluarga almarhum tidak pernah memberikan pernyataan kepada siapa pun, termasuk wartawan, terkait bantuan yang akan diberikan Ketua Komisi I DPRD Batam, Lik Khai.

"Saya sudah berkoordinasi dengan keluarga almarhum untuk menanyakan apakah ada wartawan yang meminta konfirmasi. Ternyata keluarga almarhum tidak pernah memberikan pernyataan apapun, termasuk kepada wartawan," jelasnya.

Baca Juga : Anggota DPRD Batam, Rival Pribadi Tahun Ini Kurban 5 Ekor Sapi

Jelvin menambahkan bahwa keluarga almarhum sangat terkejut dengan adanya pemberitaan mengenai kematian Arifin Yang yang ditulis oleh salah satu media online. Dia menegaskan bahwa keluarga sudah menerima kematian orangtuanya dan tidak ada tuntutan apapun.

"Saya menerima pesan WhatsApp dari keluarga almarhum yang sangat terkejut dengan pemberitaan seperti ini. Jika ada pernyataan dari keluarga, seharusnya ada narasumber yang menyertainya, tetapi dalam pemberitaan ini tidak dicantumkan siapa narasumbernya," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Lik Khai, mengungkapkan bahwa saat Koko meminta konfirmasi, ia tidak marah padanya. "Saya tidak marah-marah. Kalian tahu bahwa suara saya memang keras, itu bukan tanda marah," jelasnya.

Lik Khai menegaskan bahwa jika Koko memiliki masalah pribadi dengan dirinya, jangan mengaitkan nama lembaga dengan pernyataan "Bengak". "Jika dia memiliki masalah pribadi, jangan bawa-bawa nama lembaga dan mengatakan hal seperti itu. Bukan hanya saya, tetapi ada 50 anggota DPRD di sini yang menjadi sasaran tuduhan," tegasnya.

Lik Khai berencana untuk melaporkan tulisan yang disebarluaskan oleh Koko kepada Ketua DPRD Batam dan Badan Kehormatan DPRD Batam.

Baca Juga : Kapolri Jamin Sikat Siapapun yang Terlibat TPPO

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris PWI Provinsi Kepri, Novianto, menjelaskan bahwa jika terjadi sengketa berita antara wartawan dengan narasumber, penyelesaiannya harus melalui jalur pers. Misalnya, melalui mediasi, hak jawab, atau klarifikasi.

"Jika narasumber masih tidak puas, maka mekanisme selanjutnya adalah melalui Dewan Pers. Nanti Dewan Pers yang akan menentukan langkah selanjutnya," jelasnya.

Ketika dihubungi melalui telepon, Koko mengungkapkan bahwa dia menghargai permintaan narasumber untuk tidak dimintai konfirmasi terkait kematian Arifin Yang. Namun, dia menjelaskan bahwa dia mencantumkan nama Ketua Komisi I DPRD Batam, Lik Khai, karena adanya informasi dari salah satu anak almarhum yang menyebut bahwa kematian almarhum akan menjadi atensi Lik Khai.

"Pada awalnya, saya meminta konfirmasi kepada pak Lik Khai, tetapi dia menyarankan agar konfirmasi dilakukan kepada polisi. Oleh karena itu, saya tidak melanjutkannya. Namun, setelah saya bertemu dengan keluarga di rumah duka di Livia Batam Center, kakaknya, Andi, mengatakan bahwa ini akan menjadi perhatian Pak Lik Khai. Karena itulah saya kembali meminta konfirmasi kepada Pak Lik Khai," jelasnya.

"Terkait penggunaan kata 'Bengak', saya tidak menyasar semua anggota dewan. Itu hanyalah lelucon yang artinya belagu, sombong, bergaya," tambahnya.(*)

Artikel Lainnya

satukata.id

Dikelola oleh:

PT. Kepri Media Siber

Kanal

News

Pemilu

Teknologi

Otomotif

Bola

Life Style

satukata.id

Dikelola oleh: PT. Kepri Media Siber